22 Februari 2011

8 Arwah Goyang Sambil Curhat Colongan


Setelah memperhatikan keresahan dan kontroversi yang muncul dalam minggu-minggu ini, produser film ARWAH GOYANG KARAWANG, Shankar RS, akhirnya memutuskan mengganti judul film tersebut. Film arahan sutradara Helfi Kardit, yang juga dibintangi Julia Perez dan Dewi Perssik berganti judul menjadi ARWAH GOYANG JUPE-DEPE.

komen kalimat pembuka: ARWAH GOYANG JUPE-DEPE? WHAT? kok jadi nggak nyambung gitu kak shankar (sori kalo gue sok akrab #abaikan)? kekuarangan ide ya? bukankah lebih pas ARWAH GOYANG LILIS - NENENG. tapi tetep nggak catchy deh. yah, film hasil mikirin duit doang pasti jadinya ruwet kek gini. eh, kenapa gue jadi kepanjangan komennya? yuk, kita lihat lanjutan baca artikelnya.

"Daripada saya terus dianggap menjual sensasi dan sengaja memunculkan kontroversi soal penggunaan judul, saya memilih mengganti judul film ini," jelas Shankar RS setelah pihak Lembaga Sensor Film mengundangnya untuk bertemu, Jumat (18/02/2011).

Shankar memilih tidak lagi menggunakan kata 'Karawang' dalam film itu. Pilihan judul ini juga setelah melalui beberapa kali pertimbangan, di antaranya film horor ini memang dibintangi dua pemain popular Jupe dan Depe. Dan sepanjang film, teror maupun kengerian film hadir melalui karakter yang diperankan Jupe dan Depe.

komen lagi ah. coba cek kata-kata kak shankar (sok akrab lagi #abaikan): "Daripada saya terus dianggap menjual sensasi dan sengaja memunculkan kontroversi soal penggunaan judul..." well, gue pikir sih jelas kakak ngibul abis. udah tercium baunya kali sejak film ini heboh bahkan sebelum rilis kalo yang dijual emang sensasi dan kontroversi. apa coba, pake dalih kek gitu segala. dikira masyarakat indonesia goblok apa? pelis banget deh! dan lagi, mereka nggakl bakalan marah *maksud gue ditujukan pada orang karawang/penggunaan kata karawang* kalo aja filmnya nggak nyampah kayak gitu. justru gue pikir mereka malah bangga ada kesenian indonesia yang dilestarikan sama film kek gini. tapi, eit ada tapinya, KALO FILM ITU BAIK DAN NGGAK TAI KAYAK FILM INI. sudah jelas film ini menjelek-jelekan citra budaya indonesia.

"Saya terima dengan legowo untuk mengganti judul film ini menjadi ARWAH GOYANG JUPE-DEPE. Saya tidak merasa nyaman film saya dianggap hanya menjual kontroversi dan sensasi belaka. Saya berkarya dengan perencanaan, lewat riset, dan mencurahkan energi. Saya mengangkat isu melalui film yang seharusnya disikapi lebih positif," ujarnya.

komen lagi ah. haha coba cermati kata-kata ini: "Saya berkarya dengan perencanaan, lewat riset, dan mencurahkan energi. Saya mengangkat isu melalui film yang seharusnya disikapi lebih positif," sumpah big bullshit. perencanaan? riset? energi? perasaan rencana di otak kakak cuman duit ngalir. riset juga kayaknya nggak gitu-gitu juga. toh goyangan yang tersaji di film ngawur abis. dan gimana bisa menyikapi dengan positif kalo yang kakak jual CUMA BELAHAN DADA JUPE-DEPE? pelis banget deh!

Shankar maupun Helfy Kardit sebenarnya ingin berdialog dengan pemrotes dan pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan film ini. Ada hal-hal yang ingin dijelaskan agar pesan film ini tidak dimaknai sepotong-sepotong.

Dia mencontohkan dialog Lilis (diperankan Jupe) dengan Pak Awal, pemilik kelompok Goyang Karawang, bahwa dia ingin berhenti menari jaipong striptis karena tarian itu sudah menyimpang dari budaya dan tradisi yang dikenalnya.

"Dialognya jelas, bahkan ada pembelaan untuk kesenian tradisional. Tapi semuanya kembali kepada penonton, kalau memang frasa 'Goyang Karawang' dianggap tidak pantas, ya saya lebih memilih tidak menggunakan frasa itu," tambahnya.

komen deh, gue tahu, gue juga nangkep apa yang diucapin depe bahwa dia merasa salah mencampur goyang karawang dengan tarian modern. tapi kenapa setelah itu terjadi adegan ciuman? toh, terkesan hanya selewat aja ucapannya. tanpa tandasan bahwa hal itu emang salah.

Secara bertahap semua materi film yang menunjukkan adanya kata 'Karawang' akan diganti dengan kata-kata Jupe-Depe. Di film, poster, materi-materi promosi, hingga trailer iklan (TVC), tidak lagi menggunakan kata Karawang.

komen terakhir, karena artikelnya cuman segini: kayaknya nggak perlu diganti judul juga gak masalah. yang perlu diganti tu isi otak lo kakak. biar kalo bikin film tuh yang wajar-wajar aja. yang bagus. yang bisa bawa nama indonesia di mata dunia kalo perlu. apaan lo kak produserin film nggak bermutu kayak gini? sumpah ya, gue sebagai WARGA NEGARA INDONESIA udah jenuh tau. gue nggak mau perfilman indonesia mati lagi. kalo cara penyajian ide lo berputar soal keuntungan semata. untung di elo. nggak untung di masyarakat yang udah underestimate sama karya film bangsanya sendiri. coba kalo kalian bikin film yang keren, animo masyarakat akan tontonan indonesia nggak akan selesu sekarang. apalagi film dari negera asing udah dilarang beredar. trus kita mau nonton apa buat selingan dari sampah-sampah yang nggak berhenti diedarkan di 21? kalo bukan kalian yang memulai membuat film bermutu, siapa lagi? kami *lebih ke sebagian orang* cuman bisa ngomong karena nggak ada modal buat film, dan kalian pun *para produser-produser* nggak bakalan tertarik sama karya idealis. so, please, stop pembodohan. stop sampah-sampah. stop tontonan tai. buatlah anak negeri mencintai film bangsanya sendiri.

artikel ini gue edit dengan penuh kesadaran dari kapanlagi

8 komentar :

  1. Betul tuhh...
    Nggak nyambung banget judul barunya...
    masa karakter di film namanya lilis n neneng, yg dipake di judul nama jupe depe??? Hmmm..... UNTUNG, saya nda pernah nnton Film ini.

    BalasHapus
  2. Susah lah.
    Orang India buang sampah di Indonesia.
    Ngotor2in negara orang

    Saya sarankan Kak Shankar pulang kampung ke India dengan membawa sampahnya

    BalasHapus
  3. Hahhhhh niat gak seh buat judul bener2 asal bin konyollllllll persis kayak filmnya isinya hanya tai kayak si depe pemainnya.
    Bener2 goblok dan miskin ide kreatif apa gak da judul lain .. atau sekalian di kasih judul "PERKELAHIAN DUA LONTE AJA"

    BalasHapus
  4. KOK NGAK PENTING SIH KAK SHANKAR ITU!?

    ya! Om Pemerintah, suruh pulang aja itu kak shankar!?
    Nambah jelek citra buruk perfilman indonesia ja. Mau ngangkat Kebudayaan Indonesia, mang kak shankar ngerti kebudayaan Indonesia!?

    BalasHapus
  5. FILM SAMPAH!!!! COK!

    BalasHapus
  6. Adi Ben Samet25 Maret 2011 16.28

    Dengan dilarangnya film asing beredar di Indonesia, maka akan makin leluasa para pembuat film sampah mengotori bioskop2 di tanah air kita. Mereka akan semakin seenaknya nyampah karena merasa tidak ada saingan.

    BalasHapus
  7. hamidsabekti12 Juni 2011 00.40

    aku cma bisa bila terpujilah yang mulia SHANKAR atas kontribusinya dalam menambah sampah di negri ini.

    BalasHapus