Tampilkan postingan dengan label Ajib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ajib. Tampilkan semua postingan

12 Desember 2012

8 5 CM [2012]



"Gantungkan mimpi 5 cm di depan kening kamu..." - Zafran


5 CM adalah buku setebal 381 halaman dengan penjualan terbaik sejak rilis pada tahun 2005 silam ketika era Teenlit begitu booming. Kabar proses adaptasinya memang sudah terdengar sejak awal tahun 2010. Namun baru 2 tahun kemudian novel tulisan Donny Dhirgantoro ini akhirnya rilis juga dalam format layar lebar.

Genta (Fedi Nuril), Ian (Igor Saykoji), Arial (Denny Sumargo), Riani (Raline Shah) dan Zafran (Junot) adalah lima sahabat yang kemana-mana selalu bersama. Pada suatu hari mereka memutuskan keluar dari

7 Juli 2012

5 Cinta Di Saku Celana [2012]

 
Satu lagi sebuah komedi romantis hadir memeriahkan blantika perfilman dalam negeri. Kali ini bertajuk CINTA DI SAKU CELANA yang merupakan karya kedua Fajar Nugros usai QUEEN BEE di tahun 2009.

CINTA DI SAKU CELANA dikembangkan oleh Ben Sihombing (PENGEJAR ANGIN, SENGGOL BACOK) dari salah satu plot cerpen dalam kumcer bertajuk Didn’t Lose My Heart, I Sold it On eBay! yang ditulis oleh Fajar Nugros.

Berkisah tentang Ahmad (Donny Alamsyah) yang menaruh hati pada seorang gadis bernama

13 Mei 2012

6 Lovely Man [2012]


"Udah, ngapain sih lihat-lihat? Kayak nggak pernah lihat banci aja!" - Ipuy

Berawal di tahun 2003, ketika Teddy Soeriaatmadja terjebak macetnya Jakarta dan melihat ada seorang banci sedang mengobrol akrab dengan gadis berjilbab. Dari situlah ide membuat Lovely Man ini muncul. Sayangnya, ide tersebut harus tersimpan selama beberapa tahun sebelum akhirnya menjadi skenario dan film di tahun 2011.

Bersetting hanya satu hari dalam kubus pinggiran Jakarta, kita akan disuguhkan dengan kisah Saiful yang bertransformasi menjadi Ipuy, banci yang memilih hidup dengan menjual

4 Maret 2012

13 Keumala [2012]


"Kesepian membuat kita pandai berdusta, terutama pada diri sendiri.." – Keumala

Berawal dari keangkuhan berebut senja yang sama, dua anak manusia diperkenalkan pada sebuah rasa. Ialah Langit (Abimana Aryasatya), seorang fotografer berumur 30 tahun yang mencoba lari dari masa lalu. Kemudian ada Keumala (Nadia Vega), novelis berumur 26 tahun yang sedang mencoba menerima masa depan. Hingga perbedaan itu membuat keegoan mereka lebih dominan. Membuat rasa yang siap bergelora tersebut terpasung tanpa tahu kapan akan merona.

Keren! Cukup satu kata yang bisa gue gambarkan tentang film ini. Benar-benar pengalaman menonton film Indonesia di bioskop yang jarang gue

21 Februari 2012

8 Durable Love [2012]


"Kayaknya he's not that bad. Dia itu geek. Dan geek itu seksi." - Karina

Dua tahun ke belakang gue nggak nemuin ada movie yang bener-bener ringan dan bikin gue ketawa ngakak secara harfiah. That’s mean gue ketawa bukan soal ngurusi betapa kancutnya tuh film, tapi ketawa karena filmnya emang bener-bener menghibur. And then, meski telat, gue malah nemu fitur terbaru dari Joko Anwar berjudul Durable Love.

Durable Love adalah film pendek berdurasi sekitar 11 menit yang sebenarnya campaign dari suatu produk elektronik. Jalan ceritanya tuh simple. Tentang wanita berusia twenty something yang ngakunya mandiri tapi kemudian

10 Februari 2012

6 Malaikat Tanpa Sayap [2012]


"Namun tak kau lihat lihat terkadang malaikat, tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan..."

Ada sesuatu tentang permainan takdir . Semenjak bisnis sang Ayah (Surya Saputra) bangkrut, Vino (Adipati Dolken) diharuskan keluar dari kotak rasa nyaman. Hidup pun serba tak mudah sejak saat itu. Mulai ancaman dikeluarkan dari sekolah, keegoisan sang Ibu (Kinaryosih) yang tak mau terus-terusan hidup miskin sampai masa depan Wina (Geccha Qheagaveta), adiknya, yang jika tak segera ditolong, akan memiliki satu kaki seumur hidup.

Ditengah kegalauan itu dan sosok Ayah yang tak bisa diandalkan, seorang Calo organ tubuh (Agus Kuncoro) menawarkan pilihan pada Vino. Pilihan yang dianggapnya mudah jika saja kemudian dia tak bertemu dengan Mura (Maudy Ayunda). Pertemuan yang membuat Vino gamang pada tekad awal. Sayangnya, kemudian Vino sadar

11 Januari 2012

12 Ummi Aminah [2012]


“Mulutnyah!” ~ Zubaidah

Aditya Gumay adalah satu dari sekian sutradara kita yang nggak pernah muluk-muluk dalam proses membuat film. Minimal sekali dalam satu tahun dia merilis sebuah karya. Ya, memang hanya satu saja. Tapi efeknya bisa membekas sampai film berikutnya muncul. Lihat, belum habis hype Emak Ingin Naik Haji (2009) dan Rumah Tanpa Jendela (2011) yang muncul dengan begitu sederhana namun mampu membuat hati menangis, di awal tahun 2012 ini hadir kembali satu karya terbarunya bertajuk Ummi Aminah.

Ummi Aminah bercerita tentang seorang ustadzah terkenal bernama Aminah (Nani Wijaya) yang memiliki ribuan jemaah setia. Meski dijadikan sosok panutan karena syiar agamanya mampu menggugah siapapun, tak lantas membuat hidup Aminah dan

6 Desember 2011

10 Arisan! 2 [2011]


“Socialite tuh kan harus social, nggak cuma dateng ke party foto cekrak cekrek masuk majalah dong!” ~ Andien

Delapan tahun adalah jarak yang lumayan panjang untuk sebuah sekuel. Meski sempat diragukan, toh pada kenyataanya Arisan! 2 tetap hadir kembali menyapa para pecinta film pertama yang lumayan hitz di tahun 2003. Tidak ada lagi campur tangan Joko Anwar sebagai penulis skenario. Karena dengan gagah, Nia Dinata yang juga bertindak sebagai sutradara sekaligus produser, melanjutkan apa yang sudah Joko hantarkan dalam prekuelnya.

Diumur yang sudah mendekati kepala empat, banyak hal telah berubah dalam geng arisan. Sakti (Tora Sudiro) dan Nino (Surya Saputra) tak lagi menjalin hubungan. Sebagai seorang sutradara film bertema LGBT, Nino memilih berpacaran dengan brondong kemayu berumur 21 tahun bernama Octa (Rio Dewanto). Sedang Sakti  memilih jadi pria simpanan seorang

12 November 2011

7 Sang Penari [2011]


"Sus, ronggeng iki duniaku, wujud dharma baktiku untuk Dukuh Paruk!" ~ Srintil

Ini kisah Srintil (Prisia Nasution) yang merasa memiliki keterikatan magis sebagai penari ronggeng sejak kecil. Ini kisah Rasus (Oka Antara) , pria lugu yang tumbuh besar dengan satu cinta, satu nama wanita di hatinya; Srintil. Ini kisah dua manusia yang harus memilih untuk hidup. Dimana pilihan itu nanti akan membuat keadaan disekitar mereka mau tak mau akan berubah.

Seperti itulah sedikit gambaran yang bisa gue tuliskan tentang Sang Penari. Sebuah film yang dibuat dari hati. Sebuah film produksi anak bangsa yang patut diapresiasi lebih. Diadaptasi dari novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk buah karya Ahmad Tohari, penulis asal Banyumas. Disutradarai oleh Ifa Isfansyah berdasar naskah yang dia tulis bersama

29 Agustus 2011

3 Tendangan Dari Langit [2011]


“Menengo kon, rame ae!” - Wahyu

Gue melihat karya terbaru dari sutradara kenamaan Indonesia ini tanpa ekspetasi apapun. Bahkan cenderung antipati. Entahlah, mungkin efek dari film Ayat-Ayat Cinta yang membuat gue sedikit muak dan nggak respek. Tapi setelah melihat karya Hanung Bramantyo sesudah film dengan jumlah penonton 3.581.947 tersebut seperti “?” yang masih menyisakan kontroversinya hingga tulisan ini gue publish, serta Lentera Merah (2006) dan Get Married (2007), gue yakin dan memaklumi, harusnya dulu nggak perlu membenci sosok Hanung sebegitunya. Mungkin dalam Ayat-Ayat Cinta dia hanya terpeleset, untuk kemudian bangun kembali. Dan itu terbukti. Meski sempat terseok dengan film yang mudah terlupakan. Hanung bisa membuktikan bahwa dia memang layak menjadi sutradara yang karya-karyanya patut kita tunggu dan apresiasi.

Tendangan Dari Langit, adalah film terbaru sekaligus garapan kedua Hanung di tahun ini. Bercerita tentang perjuangan from zero to hero seorang remaja kampung

23 Agustus 2011

4 Get Married [2007]


"Hidup gue didunia ini nggak ada yang bisa gue banggain. Satu-satunya harapan gue ya akhirat. Siapa tau bisa bahagia.." - Eman

Cuma beda selisih seratus ribu, Get Married arahan sutradara Hanung Bramantyo ini menjadi film paling laris di tahun 2007 dengan perolehan sekitar satu koma empat juta penonton. Mengalahkan sekuel Nagabonar di posisi kedua dan menghempaskan film setan tersetan yang di sepanjang tahun itu terus-terusan meneror perbioskopan Indonesia dengan kualitas yang patut di pertanyakan.

Mae (Nirina Zubir), Eman (Amink), Guntoro (Desta 'ClubEighties') dan Beni (Ringgo Agus Rahman) adalah empat sahabat yang tumbuh dan besar bersama. Herannya nasib mereka pun nggak jauh beda. Dimana empat pemuda yang sewajibnya menjadi harapan bangasa dan negara ini malah terjebak dalam label

12 Juli 2011

10 Catatan Harian Si Boy [2011]


“kalau lo kabur sekarang berarti lo simpen tai disini.. nanti lo juga bakalan lempar tai ditempat lain juga.. dan lama-lama dunia ini bakalan penuh sama tai lo!" – Andi

Di tahun ini, menginjak semester kedua, baru 2 film indonesia yang gue kasih skor 7.5/10 alias ajib alias layak banget di tonton. Film itu adalah “Rumah Tanpa Jendela” dan “?” meski masih memiliki kekurangan tapi mampu tertutupi dengan baik. Sedang film yang lainnya masih aja sampah dan lainnya lagi masuk kategori lumayan. Namun kali ini, bahkan belum sempat mereview lebih dalam, gue uda berani teriak: “INI DIA FILM ANAK NEGERI YANG GUE CARI DAN DICARI BANYAK ORANG” dan tentu aja langsung dapet rating 8.5/10 dari gue! Lho kok? Baiklah karena nggak lucu kalo gue review cuma satu paragraf gini doang, mengutip dialog di film ini, "gue mesti selesein apa yang udah gue mulai..",

21 Juni 2011

6 Fiksi. [2008]


“Aku cuma bercanda, nggak perlu jadi drama.”

Jangan ngaku lo gaul film indonesia kalo judul dahsyat seperti Fiksi. gatau. Mungkin memang nggak begitu kedengaran namanya karena muncul dibarengi dengan gempuran film satu negeri yang bergenre komedi dan horor cabul wannabe, lalu hilang gitu aja kayak gak pernah terjadi apa-apa. Tapi film arahan Mouly Surya ini seperti setitik air yang ditemukan di padang gersang. Lebay?

16 April 2011

8 Minggu Pagi Di Victoria Park [2010]


Minggu pagi di victoria park bercerita tentang perjuangan seorang mayang (lola amaria) yang berkerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di hongkong demi mencari adiknya, sekar (titi sjuman) atas perintah sang ayah. Dimana sekar yang juga TKW tengah terlibat hutang dengan salah satu bank kredit di hongkong, hingga membuat dia tak bisa pulang ke tanah air karena paspornya ditahan oleh pihak bank. Disalah satu sisi, mayang sebenarnya tak yakin apakah dia benar-benar menginginkan kepulangan adiknya itu atau tidak mengingat hubungan mereka tak begitu akrab sejak kecil karena perbedaan rasa kasih sayang yang diberikan oleh sang ayah.

Kira-kira dari plot utama seperti itulah diramu sebuah skenario drama tentang kehidupan TKW Indonesia yang bekerja di hongkong oleh titien wattimena. Dan menjadi begitu menawan ketika lola amaria yang juga merangkap peran sebagai sutradara dengan dukungan yadi sugandi di bagian sinematografi, berhasil memvisualisasika naskah itu dengan indah. Bagaimana patut diacungi jempol kejelian mereka dalam memanfaatkan sarana yang ada untuk mengambil sudut, detail dan lanskap hongkong secara indah tanpa berlebihan.

10 April 2011

18 ? [2011]


Sebelum rilis pun film ini sudah memunculkan suatu formula yang bisa membuat orang berbondong-bondong datang ke bioskop. Contoh kecil dari judulnya yang begitu unik serta plot tentang pluralisme. Belum lagi kuis berhadiah jutaan yang hadir dalam rangka promosi seolah membuktikan bahwa para filmmaker Indonesia masih sangat tidak pede dengan hasil karyanya sendiri karena selalu memasukan unsur lebay dalam promosinya. Coba deh, apa iya ‘perlu’ seperti itu kalau memang filmnya sudah bagus?

Film “?” berbicara tentang beberapa karakter yang tinggal dalam satu kampung dan memiliki masalah dengan kehidupan mereka namun masih memiliki keterikatan dengan karakter lain. Ada keluarga beragama budha yang dikepalai oleh Tan Kat Sun yang sakit-sakitan (hengky solaiman) beserta istrinya Lim Giok Lie (Edmay) yang membuka usaha masakan cina dan memiliki satu-satunya putra bernama Ping Hen atau Hendra (rio dewanto) yang nggak begitu peduli untuk meneruskan

13 Maret 2011

6 Rumah Tanpa Jendela [2011]


Rumah tanpa jendela adalah film arahan aditya gumay yang diangkat dari cerita pendek berjudul “jendela rara” karangan asma nadia. Bercerita tentang rara (dwi tasya) seorang anak penjual ikan hias bernama raga (raffi ahmad) yang tinggal disebuah perkampungan kumuh bersama si mbok (inggrid widjanarko). Rara mempunyai mimpi yang sangat sederhana dan bahkan nggak bakalan pernah terlintas dipikiran kita kalau dia ingin memiliki sebuah jendela untuk rumahnya. Namun setelah melihat keadaan rumahnya yang cukup memprihatinkan, rasanya nggak salah kalau mimpi kecil itu terasa begitu indah dan mulia.

Disisi lain, yang saling bertolak belakang, diceritakan sosok aldo (emir mahira) yang memiliki keterbelakangan mental namun hidup lebih dari berkecukupan bersama keluarga yang bahagia. Oh, tidak semuanya bahagia rupanya. karena ada andini (maudy ayunda) yang sepertinya malu memiliki adik ‘nggak beres’ seperti aldo.

2 Arisan! [2003]


rasanya seperti sangat ketinggalan jaman saat sedang booming-booming nya arisan! di bioskop, gue masih belum ngeh bahkan malas untuk menonton film ini. lihat saja dari judulnya yang terkesan emak-emak banget. tapi siapa yang sangka film ini mendapat banyak penghargaan dan pujian. 

mungkin bisa gue bilang dari sinilah lahir nama-nama filmaker yang nggak sekedar bisa bikin film, mereka bikin film karena harus. tentunya dengan menyeimbangkan antara kualitas dan kuantitas. sebut saja nia dinata dan joko anwar. siapa yang tak kenal dengan mereka, dengan karya-karya mereka? meski tak selalu harus menjadi sutradara. tapi mereka tetap memproduseri dan menulis skenario film layar lebar indonesia berkualitas seperti

7 Januari 2011

5 Mereka Bilang, Saya Monyet! [2007]


rasanya sangat menyesal gue baru nonton film ini 3 tahun kemudian *sambil nangis dan bentur-benturin jidat ke tembok*. debutan djenar maesa ayu dalam mendirect sebuah film ini pantas diacungi jempol. diangkat dari kumpulan cerpennya berjudul sama namun hanya mengambil 2 dari 11 cerpen yang ada dengan judul "lintah" dan "melukis jendela".

tentang seorang adjeng, penulis cerita anak berusia thirty someting, yang hidup dalam bayang-bayang kelam masa lalunya. dimana ibu yang terlalu over protektif stadium 5, sosok ayah yang suka main perempuan sehingga meninggalkan dia dan ibunya, serta pelecehan seksual yang dilakukan calon ayah barunya. hingga membentuk adjeng menjadi seorang wanita yang bingung dengan kehidupannya. tak bisa membedakan mana yang nyata atau sekedar imajinasi.

cerita yang cukup berat sebenarnya. tapi djenar dengan bahasa lugas dapat membuat kita dengan mudah

26 Desember 2010

8 Ngomongin Film Indonesia Awards 2010


For The First

mendekati akhir tahun gini, biasanya banyak acara penghargaan film di gelar. nggak diluar atau dalam negeri, semua pasti heboh ngomongin siapa yang masuk nominasinya. sometimes, ada yang kecewa begitu mengetahui kalo film yang mereka jagoin gak masuk nominasi. atau ada juga yang lebay karena tahu film favoritnya masuk sampe bikin acara nangis darah berjamaah segala.

therefore, gue ikutan copy paste sebuah penghargaan via blog 'ecek-ecek' kek gini. dan dengan sedikit bangga, gue beri tajuk NGOMONGIN FILM INDONESIA AWARDS. ayo mana tepuk tangannya. ya, ya, cukup gak usah banyak-banyak dan kelewat alay sampai tepuk tangan sambil guling-guling dilantai gitu. hahaha... *padahal nggak ada*

24 Desember 2010

15 Takut: Faces of Fear [2008]


rating 7/10

takut, adalah sebuah antologi horor indonesia yang tayang di blitz dan diputar dibeberapa event. makanya gue sempet nggak tau kalo film arahan tujuh sutradara muda berbakat ini pernah ada. beruntung, nggak lama setelah liat trailernya di film indo ecek-ecek yang gue sewa, muncul DVD originalnya dengan lambang jive! collection. hmm, biasanya film-film dengan logo seperti ini layak koleksi dan nggak salah! this is antologi horor buatan anak negeri. please jangan bandingin sama horor luar. meski isu yang beredar sempet mengatakan kalo film ini mengekor kesuksesan antologi horor dari negeri gajah putih berjudul 4bia (baca: phobia). tapi, dengan tegas, gue membantah hal itu. kalo jiplak ya nggak lah. orang dari segi apapun beda selain genre yang sama.

dengan berbagai ekspetasi gue pun menonton film ini. oke, langsung aja gue review satu-satu.