29 Mei 2011

1 Untukmu [2003]


Untukmu adalah film indonesia yang beredar di tahun 2003. Dan sepertinya merupakan proyek ambisius seorang lulusan new york film academy bernama Asun Mawardi. Dimana dia memegang tiga jabatan sekaligus. Yaitu sebagai produser, sutradara dan skenario untuk film pertamanya ini.

Ryan—baca Rayen, bukan Riyan, dan pelis, sok bule banget sih—yang diperankan oleh Okan Kornelius, adalah mahasiswa pindahan yang terkenal jago bermain basket. Karena nilainya jeblok, sang dosen memberi referensi buku-buku yang sekiranya bisa dipelajari untuk bisa mengejar ketertinggalan. Saat sedang sibuk mencari buku diperpustakaan, Ryan bertemu dengan Laras (Asty Ananta), sukarelawan perpus dan merupakan mahasiswi terpandai di kampus. Hingga akhirnya dia meminta bantuan pada Laras agar mau mengajarinya materi yang susah. Sekaligus mengajarinya arti sebuah cinta.

Melihat hal itu, Anggie (Yunita David) yang selama ini secara frontal—kalau nggak mau dibilang lebay—mengejar cinta Ryan, jadi gerah dan berusaha menghalalkan segala cara untuk membuat cowok yang ditaksirnya nggak jatuh kepelukan Laras.

Dari segi cerita, untuk ukuran film yang beredar di tahun 2003 pun, Untukmu sudah terbilang basi. Parahnya, dari segi pengeksekusian, nggak ada hal-hal baru yang bisa dibanggakan dari sebuah film yang sukses meneror IQ penonton sampe ke titik terendah ini. Untukmu terbilang film dengan cerita yang flat dan serasa disyut untuk edar ditahun-tahun pertama indonesia bikin film layar lebar.

Nggak ada yang salah sama debut layar lebar sang sutradara. Cara nge-direct dia terbilang aman. Yang parah adalah hasil skenario yang sangat corny dan dipenuhi dialog super bodoh dari seorang seperti Asun Mawardi dan Nana G. Mulyana. Bahkan gue yakin, tahun 2003, tahun perilisan Untukmu, dimana gue juga udah hidup bahkan sudah mengenal mana film yang bagus dan mana film yang buruk, dialog antar karakter disini nggak sepantasnya diucapkan oleh seorang manusia, apalagi dengan ekspresi berlebihan yang jatuhnya nggak nyambung.

Nggak Cuma itu aja, masih ada daftar lain yang makin membuat Untukmu semakin terpuruk.

1. Departemen aktingnya sangat nggak meyakinkan. Faktapun berbicara, pemain yang sekarang masih terdengar namanya cuma Asty Ananta. Karena akting dia yang terbilang lumayan dari sederet bintang-bintang muda disini.

2. Nggak tau kenapa, cara kerja pikiran tokoh-tokohnya setingkat anak SD. Padahal jelas sekali setting disini adalah setting anak kuliahan. Lihat saja betapa absurd percakapan sehari-hari mereka.

3. Dubbing nya nggak meyakinkan. Entah kenapa mesti pake acara dubbing karena selain gak cocok sama muka, kadang suara cewek-ceweknya terdengar lebay.

Gue gak yakin pernah lihat ada film televisi se-nggak meaning film produksi creative motion picture ini ditivi. Serius. Film ini bahkan nggak pantes disebut ftv atau apapun itu. Mungkin lebih tepat dibilang film yang niatnya dibuat cuma buat rame-ramean dan diunggah diyutub, untuk kemudian dikasi dislike sebanyak-banyaknya. Nah, kayaknya baru itu yang masuk akal.

tapi dengan sangat baik, kali ini gue kasih nilai 1 untuk sebuah debut dari sutradara lulusan bla-bla-bla *males nyebut tempatnya lagi*. mungkin saat itu dia lagi kurang pengalaman tapi ngebet bikin film, jadi deh kayak gini hasilnya. beda lagi kalo dia cuma jadi produser aja. mungkin hasilnya akan lebih baik. itupun dengan catatan yang ngedirect bukan kloningan Nayato.

rating 1/10

http://www.smileycodes.info

1 komentar :

  1. Mentang2 tu orang baru belajar dari barat sono sok bikin pilem yang alay abis kaya begono...

    keren nee blog salut buat review2nya...

    BalasHapus